Isra Mi’raj dan Logika Pengetahuan

Gelar Ash-Shiddiq diperoleh Abu Bakar ketika beliau membenarkan berita tentang peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Rasulullah SAW. Apa yang dilakukan oleh Abu Bakar pada saat itu seolah-olah tidak masuk akal. Beliau begitu saja mempercayai peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Mekkah ke Palestina yang dilanjutkan dengan mi’raj ke langit ke tujuh hanya dalam tempo semalam saja. Sesuatu yang sangat mustahil pada masa itu, bahkan sampai sekarang.

Dengan sudut pandang yang lain, apa yang dilakukan oleh Abu Bakar justru sangat masuk akal. Jika premis awalnya adalah Rasulullah SAW seseorang yang sama sekali tidak pernah berbohong selama hidupnya, maka mempercayai perkataannya adalah logis. Kebenaran adalah sesuatu yang keluar dari lisan Rasulullah SAW secara konsisten.

Read more of this post

Kekayaan Maritim Kepri

Pemilihan nama Kepulauan Riau oleh para pendiri provinsi ini tentu bukan asal sebut saja. Dari luas sebesar 251.215,30 km2, sebagian besar (95,79 persen) berupa lautan. Dengan logika awam, wilayah kepulauan tentu memilki potensi maritim (kelautan) yang tinggi. Maka kita akan ikut manggut-manggut tatkala gubernur mencanangkan maritim sebagai leading sector yang menggerakkan perekonomian Kepulauan Riau.

Membahas laut rasanya tidak sedap tanpa membahas ikan. Salah satu potensi di bidang kelautan yang cukup potensial dikembangkan adalah perikanan. Secara agregat, permintaan ikan terus mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Secara teori, pemenuhan permintaan terhadap ikan ini tentu akan dipenuhi dari hasil usaha penangkapan (offshore fisheries) dan usaha budidaya baik air tawar (aquaculture) maupun air laut (mariculture).

Read more of this post

Mencari Solusi Alternatif Kenaikan Harga Sayur Kota Batam

Harga cabai akhir-akhir ini melonjak cukup tinggi. Beberapa hari terakhir harga komoditas tersebut sempat menyentuh angka Rp56.000 per kilogram. Pergerakan harga cabai merah dan sayur-sayuran lainnya di Kota Batam memang cukup atraktif. Berdasarkan data series pergerakan harga komoditas ini menunjukkan perilaku yang sangat volatile, mengalami naik-turun secara signifikan.

Jika dilihat dari struktur ekonomi Kota Batam, kenaikan harga yang volatile tersebut dapat dipahami mengingat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sayur-sayuran didatangkan dari luar Pulau Batam. Oleh karena itu, pergerakan harga beberapa komoditas tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor. Biaya pengangkutan barang-barang yang masuk ke Pulau Batam relatif lebih mahal. Karena Pulau Batam tidak menghasilkan produk apapun, kapal-kapal pengangkut barang kebutuhan pokok ke Pulau Batam pulang tanpa muatan yang berakibat pada tingginya ongkos pengangkutan.

Selain faktor panen di daerah asalnya, faktor musim juga sangat berpengaruh terhadap distribusi komoditas tersebut. Komoditas seperti cabai merah maupun bawang merah mempunyai karakteristik tidak tahan lama sehingga apabila terjadi kendala distribusi risiko busuk dalam perjalanan cukup tinggi. Akibatnya supply komoditas tersebut bisa terganggu dan berakibat pada kenaikan harga. Read more of this post

Mencermati Bisnis Money Changer

Bagi warga Batam, keberadaan Pedagang Valuta Asing (PVA) atau juga dikenal dengan istilah money changer bukan sesuatu yang asing. Hampir di setiap sudut Kota Batam, dapat kita temukan money changer dengan mudah. Letak geografis Kota Batam sebagai daerah perbatasan membuat keberadaan money changer di wilayah ini  cukup menonjol. Sebagai informasi, money changer terbesar di Indonesia beroperasi di Kota Batam. Secara nasional, jumlah money changer di Kota Batam menduduki posisi ketiga terbanyak setelah Jakarta dan Denpasar. Sampai saat ini jumlah money changer yang beroperasi di Kota Batam tercatat sebanyak 71 buah. Jika digabung dengan daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau, jumlahnya menjadi 104 buah money changer yang aktif beroperasi sampai saat ini.

Perkembangan Bisnis Money Changer

Ditilik dari sejarahnya, kegiatan money changer sudah dimulai sejak Masa Pertengahan (Middle Age) sebelum abad ke 16 di Eropa. Menurut Raymond De Roover (1948), pada saat itu berbagai kota di negara Eropa membuat uang (koin) dengan beragam bentuk dan gambar penguasa wilayah (raja) dari mana uang tersebut berasal. Para pedagang datang ke suatu kota dengan tujuan berbelanja di pasar dan mereka harus menukarkan uang (koin) yang dimiliki kepada money changer setempat agar bisa mendapatkan mata uang lokal sehingga dapat bertransaksi di kota tersebut. Read more of this post

Ekonomi Syariah, Wajah Baru Ekonomi Global

Krisis keuangan dan perlambatan ekonomi dunia yang meledak pada akhir 2008 terus membayangi pertumbuhan ekonomi selama tahun 2009. Internasional Monetary Fund (IMF) memprediksi perekonomian ekonomi dunia pada tahun 2009 akan mengalami kontraksi sebesar 1,1% (yoy). Perlambatan ekonomi terjadi sebagai dampak dari kian tertekannya aktivitas investasi dan melemahnya pengeluaran konsumsi. Melemahnya permintaan dunia berimbas pada tertekannya kinerja ekspor di sebagian besar negara di dunia. Kondisi tersebut membuat beberapa kalangan mencari alternatif sistem ekonomi baru, salah satunya adalah ekonomi syariah.

Ekonomi syariah, bukanlah sistem ekonomi yang berada di antara kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada hukum-hukum Islam adalah sistem ekonomi yang genuine, yang merupakan entitas tersendiri di luar tarik menarik antara kutub sosialis dan kapitalis. Dasar dari ekonomi syariah adalah keadilan. Bahwa setiap pihak yang ikut dalam transaksi ekonomi mendapatkan keadilan sehingga mereka mendapatkan manfaat dari transaksi ekonomi tersebut. Read more of this post

Haji dan Kesadaran Sosial

Meskipun ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, namun bagi umat Islam, ibadah ini baru diwajibkan pada tahun 6 H. Walaupun begitu, Rasulullah SAW dan para sahabat belum dapat menjalankan ibadah haji karena saat itu Mekkah masih dikuasai kaum musyrik. Setelah Rasulullah SAW menguasai Mekkah (Fath Makkah) pada 12 Ramadan 8 H, terhitung mulai sejak saat itu beliau sudah mempunyai kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji.

Ternyata Rasulullah SAW tidak juga beribadah haji pada tahun 8 H, tidak juga pada 9 H. Baru pada tahun 10 H, Rasulullah SAW baru menjalankan ibadah haji. Tiga bulan kemudian, Rasulullah SAW wafat.  Karenanya, ibadah haji beliau disebut haji wada’ (haji perpisahan). Itu artinya, sebenarnya Rasulullah SAW punya kesempatan beribadah haji tiga kali, namun beliau menjalaninya hanya sekali. Rasulullah SAW juga berkesempatan umrah ribuan kali, namun beliau hanya melakukan umrah sunah tiga kali dan umrah wajib bersama haji sekali. Sekiranya haji dan atau umrah berkali-kali itu baik, tentu Rasulullah SAW lebih dahulu mengerjakannya, karena salah satu peran beliau adalah memberi teladan bagi umatnya.

Read more of this post

Ketika Rupiah Menguat

Nilai tukar rupiah terus mengalami trend penguatan terhadap dolar AS. Sampai tulisan ini dibuat (16/10), berdasarkan data Bank Indonesia nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat 9.360 dan diperkirakan akan terus mengalami penguatan. Mencermati penguatan nilai tukar rupiah ini dapat kita lihat dengan menggunakan pendekatan moneter (monetary approach).

Pendekatan moneter menekankan bahwa kurs valuta asing sebagai harga relatif dari dua jenis mata uang ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Melalui pendekatan moneter maka diteliti pengaruh variabel jumlah uang beredar dalam arti luas, tingkat suku bunga, tingkat pendapatan, dan variabel perubahan harga. Selanjutnya dipertimbangkan juga variabel inflasi dan sentimen pasar (market sentiment) sebagai faktor yang menentukan tinggi rendahnya nilai mata uang. Pendekatan ini menekankan bahwa ketidakseimbangan kurs valuta asing terjadi karena ketidakseimbangan di sektor moneter yaitu terjadinya perbedaan antara permintaan uang dengan penawaran uang (jumlah uang beredar).

Read more of this post

Krisis Keuangan Global dan PHK

Tahun 2009 adalah tahun penuh tantangan bagi perekonomian nasional. Banyak ketidakpastian yang menghinggapi semua pelaku ekonomi, namun bukan berarti tidak ada harapan sama sekali untuk bertahan atau bahkan tetap tumbuh. Dalam hal ini, secara umum, berbagai kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah SBY pada 2008 dalam memitigasi dampak krisis pada sektor keuangan dapat dikatakan cukup berhasil. Berbagai gejolak dan fluktuasi tajam pada pasar modal dan keuangan tidak sampai menghancurkan sektor produksi, meski tidak urung ada beberapa dampak yang harus diserap.

Secara umum, dampak krisis finansial global kinerja industri manufaktur kota Batam menjadi pemicu terbesar asesmen koreksi laju perekonomian Kepulauan Riau. Melambatnya aktivitas perekonomian di triwulan IV-2008 diperkirakan terus berlanjut di periode triwulan I-2009. Pertumbuhan ekonomi  di kuartal pertama tahun 2009 diperkirakan hanya sebesar -0,01 persen s.d. 1,7 persen (yoy).

Read more of this post

Tingkat Kesehatan BPR

Sebagai lembaga intermediasai, peran perbankan cukup penting dalam perekonomian. Bila sistem perbankan sehat maka perekonomian negara akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Perbankan yang sehat akan mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dengan baik, yaitu dengan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Melalui sistem perbankan yang sehat dana mengalir dari pihak yang mengalami surplus dana kepada yang membutuhkanya (defisit).

Bank Pekreditan Rakyat (BPR) yang merupakan bagian dari sistem Perbankan juga harus sehat supaya bisa berkontribusi maksimal dalam menggerakan perekonomian secara keseluruhan. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana suatu kesehatan bank di ukur. Kesehatan suatu Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  diukur dari lima faktor yaitu Capital, Asset, Management, Earning dan Liquidity yang sering di singkat menjadi CAMEL yang meliputi :

Read more of this post

Analisis Perbankan Kepri 2008 – 2009

Evaluasi 2008

Peran perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Meningkatnya peran serta perbankan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan perkembangan sektor riil tercermin dari penguatan berbagai indikator utama antara lain jaringan kantor, dana yang dihimpun dan kredit yang disalurkan. Di tengah krisis keuangan global, kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau selama tahun 2008 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Beberapa indikator-indikator perbankan, seperti total aset, dana pihak ketiga, penyaluran kredit dan laba perbankan terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Secara kelembagaan, jumlah jaringan kantor bank umum yang terdiri atas Kantor Cabang Bank Umum di wilayah Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebanyak 46 kantor cabang di akhir tahun 2008, meningkat dibandingkan akhir tahun 2007 yang tercatat sebanyak 44 kantor bank. Sedangkan jumlah kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang pada akhir tahun 2007 tercatat sebanyak 12 kantor pada akhir tahun 2008 meningkat menjadi 23 kantor BPR dan 3 (tiga) kantor cabang BPR.

Dari sisi kegiatan usaha, total asset perbankan di Provinsi Kepulauan Riau pada akhir tahun 2008 meningkat sebesar Rp4,19 triliun (25,19%) menjadi sebesar Rp20,82 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2007 yang tercatat sebesar Rp16,63 triliun. DPK yang dihimpun oleh perbankan di Provinsi Kepulauan Riau meningkat sebesar Rp1,98 triliun (13,21%) menjadi sebesar Rp16,99 triliun. Sedangkan penyaluran kredit oleh perbankan meningkat sebesar Rp2,63 triliun (30,57%) menjadi sebesar Rp11,22 triliun pada akhir 2008 dibandingkan dengan posisi Desember 2007 yang tercatat sebesar Rp8,59 triliun.

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.