Evaluasi 2008
Peran perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Meningkatnya peran serta perbankan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan perkembangan sektor riil tercermin dari penguatan berbagai indikator utama antara lain jaringan kantor, dana yang dihimpun dan kredit yang disalurkan. Di tengah krisis keuangan global, kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau selama tahun 2008 menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Beberapa indikator-indikator perbankan, seperti total aset, dana pihak ketiga, penyaluran kredit dan laba perbankan terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi.
Secara kelembagaan, jumlah jaringan kantor bank umum yang terdiri atas Kantor Cabang Bank Umum di wilayah Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebanyak 46 kantor cabang di akhir tahun 2008, meningkat dibandingkan akhir tahun 2007 yang tercatat sebanyak 44 kantor bank. Sedangkan jumlah kantor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang pada akhir tahun 2007 tercatat sebanyak 12 kantor pada akhir tahun 2008 meningkat menjadi 23 kantor BPR dan 3 (tiga) kantor cabang BPR.
Dari sisi kegiatan usaha, total asset perbankan di Provinsi Kepulauan Riau pada akhir tahun 2008 meningkat sebesar Rp4,19 triliun (25,19%) menjadi sebesar Rp20,82 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2007 yang tercatat sebesar Rp16,63 triliun. DPK yang dihimpun oleh perbankan di Provinsi Kepulauan Riau meningkat sebesar Rp1,98 triliun (13,21%) menjadi sebesar Rp16,99 triliun. Sedangkan penyaluran kredit oleh perbankan meningkat sebesar Rp2,63 triliun (30,57%) menjadi sebesar Rp11,22 triliun pada akhir 2008 dibandingkan dengan posisi Desember 2007 yang tercatat sebesar Rp8,59 triliun.
Read more of this post