Tags

, , ,

Apabila Anda mempunyai sengketa dengan bank karena keluhan Anda tidak terselesaikan dengan baik, Anda dapat meneruskan sengketa tersebut kepada Mediasi Perbankan. Mediasi Perbankan merupakan proses penyelesaian sengketa antara nasabah dengan bank yang difasilitasi oleh Bank Indonesia, untuk mencapai penyelesaian dalam bentuk kesepakatan sukarela. Pada dasarnya penyelesaian sengketa antara nasabah dan bank dapat dilakukan melalui negosiasi, konsiliasi, mediasi, arbitrase maupun jalur peradilan sesuai dengan UU No. 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Dari berbagai pengalaman yang ada, timbulnya sengketa atau friksi antara nasabah dengan bank terutama disebabkan oleh tiga hal yaitu (i) kurangnya pemahaman nasabah terhadap aktivitas dan produk atau jasa perbankan, (ii) ketimpangan hubungan antara nasabah dengan bank, khususnya bagi nasabah peminjam dana, dan (iii) tidak adanya saluran yang memadai untuk memfasilitasi penyelesaian awal sengketa.

Upaya Perlindungan Nasabah

Mengingat pentingnya permasalahan tersebut, Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas industri perbankan telah menetapkan Upaya Perlindungan Nasabah sebagai salah satu pilar dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yang mencakup (1) mekanisme pengaduan nasabah; (2) pembentukan lembaga mediasi independen; (3) transparansi informasi produk; dan (4) edukasi nasabah.

Dengan demikian, mutlak dibutuhkan keberadaan infrastruktur di bank untuk menangani dan menyelesaikan berbagai keluhan dan pengaduan nasabah. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/7/PBI/2005 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah, Bank Indonesia mewajibkan seluruh bank untuk menyelesaikan setiap pengaduan nasabah yang terkait dengan adanya potensi kerugian finansial pada sisi nasabah.

Pada prinsipnya, PBI diatas mengatur bahwa bank tidak diperkenankan menolak setiap pengaduan yang diajukan secara lisan maupun tertulis. Untuk pengaduan lisan, bank wajib menyelesaikannya dalam waktu 2 hari kerja sedangkan untuk pengaduan tertulis wajib diselesaikan dalam waktu 20 hari kerja dan dapat diperpanjang hingga 20 hari kerja berikutnya apabila terdapat kondisi-kondisi tertentu.

Mediasi Perbankan

Apabila nasabah tidak puas dengan hasil penyelesaian pengaduan yang dilakukan bank, maka perlu pula disediakan media yang dapat menampung penyelesaian sengketa antara nasabah dengan bank, yang disebut dengan Mediasi Perbankan.

PBI No.8/5/PBI/2006 tentang Mediasi Perbankan menyatakan bahwa pelaksanaan fungsi mediasi perbankan akan dilakukan oleh Bank Indonesia, sebelum dibentuk suatu lembaga mediasi yang independen pada tahun 2008.

Keunggulan Penyelesaian Sengketa Dengan Mediasi Perbankan

Proses penyelesaian sengketa melalui Mediasi Perbankan murah, cepat dan sederhana karena :

a.    Tidak dipungut biaya;

b.    Jangka waktu proses mediasi paling lama 60 hari kerja; dan

c.     Proses mediasi dilakukan secara informal/fleksibel.

Proses Mediasi Perbankan

  1. Sengketa yang dapat diselesaikan melalui Mediasi Perbankan hanya menyangkut aspek transaksi keuangan pada bank, dengan nilai sengketa maksimum Rp 500 juta.
  2. Sebelum melakukan proses mediasi, Anda dan bank harus menandatangani perjanjian mediasi yang memuat :
    1. Kesepakatan untuk memilih mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa.
    2. Persetujuan untuk patuh dan tunduk pada aturan mediasi.
  3. Bank Indonesia selaku mediator akan memfasilitasi pertemuan antara bank dengan Anda guna mencari penyelesaian. Dalam pertemuan tersebut mediator akan bersikap netral, memotivasi para pihak untuk menyelesaikan sengketa, serta tidak memberikan rekomendasi atau keputusan. Sehingga hasil penyelesaian terhadap sengketa merupakan kesepakatan antara Anda dengan bank.
  4. Apabila dicapai kesepakatan, maka Anda dan bank akan menandatangani akta kesepakatan.
  5. Apabila tidak dicapai kesepakatan, Anda dapat melakukan upaya penyelesaian lanjutan melalui arbitrase atau pengadilan.