Tags

, , , , , , , , , , , ,

Krisis keuangan dan perlambatan ekonomi dunia yang meledak pada akhir 2008 terus membayangi pertumbuhan ekonomi selama tahun 2009. Internasional Monetary Fund (IMF) memprediksi perekonomian ekonomi dunia pada tahun 2009 akan mengalami kontraksi sebesar 1,1% (yoy). Perlambatan ekonomi terjadi sebagai dampak dari kian tertekannya aktivitas investasi dan melemahnya pengeluaran konsumsi. Melemahnya permintaan dunia berimbas pada tertekannya kinerja ekspor di sebagian besar negara di dunia. Kondisi tersebut membuat beberapa kalangan mencari alternatif sistem ekonomi baru, salah satunya adalah ekonomi syariah.

Ekonomi syariah, bukanlah sistem ekonomi yang berada di antara kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada hukum-hukum Islam adalah sistem ekonomi yang genuine, yang merupakan entitas tersendiri di luar tarik menarik antara kutub sosialis dan kapitalis. Dasar dari ekonomi syariah adalah keadilan. Bahwa setiap pihak yang ikut dalam transaksi ekonomi mendapatkan keadilan sehingga mereka mendapatkan manfaat dari transaksi ekonomi tersebut.

Krisis Keuangan Global

Krisis keuangan global yang terjadi sejak bulan September 2008 merupakan salah satu bukti rapuhnya sistem ekonomi kapitalis. Evoulusi sistem ekonomi ini telah melahirkan produk dan transaksi derivatif yang menciptakan bubble economy, salah satu pangkal penyebab krisis keuangan. Padahal buble economy tidak akan terjadi dalam koridor ekonomi syariah karena semua transaksi dalam sistem ekonomi syariah, menurut Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, harus mempunyai underlying transaction yang wujud barangnya.

Ekonomi syariah juga tidak mengenal suku bunga. Padahal dalam proses terjadinya krisis keuangan yang dialami Amerika Serikat, peranan suku bunga tidak bisa dikesampingkan. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin dari 6,5% menjadi 6% pada 3 Januari 2007. The Fed (sebutan populer Federal Reserve) pada periode berikutnya secara gradual terus menurunkan suku bunga acuannya hingga menyentuh level 1% yang terjadi selama satu tahun lebih empat hari (25 Juni 2003 s.d. 29 Juni 2004). Hal itu berdampak pada permintaan kredit properti (mortgage) warga Amerika Serikat meningkat dan mengakibatkan kenaikan harga properti.

Kemudian dalam rangka memperkuat nilai tukar dollar, The Fed menaikkan suku bunga acuannya secara gradual dari level 1,25% pada 30 Juni 2004 sampai pada level 5,25% pada 29 Juni 2006. Akibatnya, harga properti turun. Banyak debitur yang memilih menghentikan angsuran kredit perumahan karena angsuran yang mereka bayar mengalami peningkatan padahal pada saat yang sama harga properti yang akan dibeli justru mengalami penurunan. Kredit macet tersebut kemudian oleh beberapa manager investasi justru dijual ke pasar derivatif yang pada akhirnya menjadi pemicu krisis keuangan yang dikenal dengan subprime mortgage crisis.

Prospek Keuangan Syariah

Pasca krisis, prospek ekonomi syariah semakin menjajikan. Perkembangan ekonomi syariah yang berwujud pada industri keuangan syariah tidak hanya terjadi di negara muslim seperti negara-negara Timur Tengah, namun telah merambah ke negara berpenduduk mayoritas bukan muslim seperti negara-negara di Eropa. Industri keuangan syariah telah melewati batas ideologi. Sistem ekonomi syariah tidak hanya dilihat dari sudut pandang ideologis, namun juga dilihat sebagai sistem alternatif yang memberikan keuntungan maupun manfaat secara ekonomi.

United Kingdom (UK) adalah satu contoh yang cukup baik untuk menggambarkan bagaimana konsep ekonomi syariah diterapkan di negara bukan mayoritas muslim. Sampai saat ini, Inggris masih berambisi untuk menjadikan London sebagai pusat keuangan syariah dunia. Saat ini pemerintah Inggris sedang mengusulkan undang-undang yang dapat memberikan keringanan pajak dalam penerbitan sukuk dengan jaminan aset berupa tanah.

Selama ini yang menjadi hambatan dalam penerbitan sukuk dengan jaminan aset berupa tanah adalah stamp duty land tax yang akan dikenakan ketika terjadi transfer aset antara isuer dan originator. Pada ketentuan sebelumnya, originator tidak dimungkinkan menerima capital allowances pada saat jaminan aset dipegang oleh issuer. Dengan ketentuan yang baru, originator dimungkinkan untuk menerima capital allowances pada saat jaminan aset dipegang oleh issuer. Ketentuan mengenai keringanan stamp duty land tax tersebut akan dimasukkan ke dalam Finance Bill 2009.

Para pelaku pasar keuangan di Eropa berharap bahwa langkah pemerintah UK tersebut dapat menjadi benchmark bagi upaya pengembangan pasar keuangan syariah di negara lain di Eropa sekaligus sebagai awal untuk mengembangkan pasar sukuk di kawasan Eropa. Melihat pesatnya progress yang telah dilakukan UK sejauh ini, rasanya mimpi menjadikan London sebagai pusar pasar keuangan syariah dunia menjadi semakin dekat.

Krisis keuangan global telah memberikan inspirasi banyak negara untuk mengadopsi keuangan syariah dalam perekonomiannya, termasuk Perancis yang sama sekali belum menggunakan konsep keuangan ini. Dalam rangka mempersiapkan penerapan keuangan syariah di Perancis, The Union of Arab Banks bersama pemerintah Perancis menjajaki kemungkinan untuk memulai sektor perbankan syariah di Perancis seperti halnya di UK. Selain itu, sukuk korporasi yang pertama di Perancis akan mulai diterbitkan pada pertengahan 2009 dengan nilai indikasi sebesar €1 miliar (USD1,3miliar).

Di tengah turbulensi perekonomian global, pasar keuangan syariah global terus tumbuh dan berkembang. Perkembangan tersebut antara lain mencakup penyempurnaan regulasi, standarisasi prudensial dan produk oleh berbagai otoritas sistem keuangan untuk memfasilitasi pertumbuhan industri keuangan syariah, inovasi instrumen dari wholesale hingga ke ritel, peningkatan jumlah institusi keuangan yang bertransaksi dalam berbagai variasi produk keuangan berbasi syariah, serta perluasan investor base secara geografis.

Sektor keuangan syariah diprediksi mampu tumbuh hingga 15% s.d. 20% setiap tahunnya. Sedikitnya terdapat 1,3 miliar demand dari penduduk muslim dunia yang diyakini dapat mendorong sektor ini tumubuh. Dengan memperhatikan perkembangan tersebut, bukan tidak mungkin ekonomi syariah di masa depan akan menjadi wajah baru ekonomi global.

 Published at Batam Pos Daily, 15 Desember 2009.

Photo source : afifzamri.blogspot.com